Cari Blog Ini

welcome

Selamat Datang di Blog Resmi UKM Sar Medis Universitas Malahayati Bandar Lampung
Tampilkan postingan dengan label panik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label panik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Februari 2013

Kasus Tersedak


Tersedak

Kasus yang disebut ‘tersedak’ muncul ketika suatu benda menyangkut di kerongkongan dan menghalangi sebagian jalan udara. Tanda-tanda tersedak meliputi :
-       Sambil menunjuk ke leher, tangan berusaha menggerak-gerakkan benda yang menyangkut di pangkalnya agar keluar ( tanda universal tersedak )
-       Terengah-engah atau batuk-batuk
-       Panik
-       Sulit bicara
-       Wajah memerah yang perlahan berubah menjadi biru.
-       Hilangnya kesadaran

Bahaya !
Jangan pernah menampar punggung orang yang sedang tersedak. Byi uang menagis kuat-kuat, lalu batuk-batuk dan masih terlihat bisa bernafas dengan baik, segera letakkan di posisi duduk. Biarkan dia menyelesaikan batuk-batuknya. Jangan pernah memasukkan jari anda ke tenggorokan bayi yang sedang tersedak, atau orang dewasa, saat mereka sedang batuk-batuk. Anda bukannya membantu mengeluarkan benda yang membuatnya tersedak, tapi malah menutup jalan nafasnya.

Ketika anda melihat seseorang sedang tersedak tanyakan padanya, “Kamu tersedak?” Jika orang itu bisa menjawab dengan suaranya, jangan lakukan apapun padanya karena itu berarti mereka bisa mengeluarkan sendiri benda yang membuatnya tersedak. Jika dia tidak bisa menjawab dengan suara, barulah anda menolongnya.

Segera telepon ke nor darurat jika korban tidak bisa bicara, tidak bersuara dan mulai kelihatan mau pingsan, kemudian lakukan manuver Heimlich.

Namun jika korban jatuh pingsan, segera baringkan dia dengan punggung di bawah. Buka mulutnya lebar-lebar dan tarik keluar lidahnya agar anda bisa menarik keluar benda yang sudah membuatnya tersedak. Kalau benda itu tidak terlihat, segera lakukan pernafasan buatan (CPR). Setelah siklus kompresi-ventilasi 2 menitan, periksa lagi benda yang menyangkut di tenggorokannya, mungkin sudah keluar sedikit dan terlihat. Terus lakukan siklus CPR dan periksa mulut korban sampai pertolongan medis tiba.


Sumber: Buku Semua Yang Harus Anda Ketahui Tentang P3K

Senin, 21 Januari 2013

Sikap Terpenting Dalam Melakukan Pertolongan Pertama




Jangan Panik


Cara terbaik anda untuk siap mengatasi suatu kasus insiden adalah menghindari rasa panik. Bersiap untuk menghadapi dan menangani kasus apapun jafi efektif dan berhasil kalau anda bisa tetap tenang. Ketika tenang dan tidak panik, anda bisa memeriksa situasi insiden dengan lebih baik, menganalisanya dengan jernih, memberikan pertolongan lebih efektif, dan akhirnya, lebih besar peluang anda sanggup menyelamatkan korban kecelakaan.

Tapi bagaimana caranya bisa siap menghadapi insiden apapun? Dengan mempelajari manual ini dan melatihnya, atau dengan mengikuti program latihan yang resmi. Lalu menyiapkan kotak P3K dengan isinya yang standar dan lengkap. Dua hal ini bisa membuat anda merasa percaya diri, yaitu anda sudah punya pengetahuan, keterampilan dan peralatan yang cukup untuk bertindak. Setelah itu, bertindaklah dengan cepat namun tidak terburu-buru atau gegabah.

Hal lain yang dibutuhkan selain tetap tenang adalah jangan takut melakukan kesalahan. Rasa takut bisa mengurangi rasa percaya diri anda, untuk kemudian menghambat aliran pengetahuan dan keterampilan yang sudah anda pelajari tentang P3K. Rasa takut bida dihilangkan bukan dengan berbuat nekat tanpa logika sehat, melainkan yakin kalau pelajaran P3K yang sudah anda pelajari dan latih memang efektif untuk menolong orang lain.

Bertindak nekat dan asal-asalan menunjukan rasa percaya diri yang berlebihan, dan ini keliruan yang harus dihindari. Jebakan ini akan membuat praktisi P3K keliru kearah menghasilkan komplikasi lebih buruk bagi pasien. Namun saat anda sadar sudah keliru, tetap JANGAN PANIK. Melainkan segera cari cara memperbaikinya, tentunya kembali ke standar pengetahuan dan pelatihan P3K, bukan mengandalkan lagi rasa nekat dan dorongan impulsif. Dan jika anda merasa sulit mencari jalan keluar, segera menelfon bantuan medis.

Nomor telfon rumah sakit atau klinik terdekat, atau dokter keluarga, sangatlah penting. Pastikan semua anggota keluarga mengingatnya. Pastikan ia ditaruh secara menyolok didekat telfon rumah. Pastikan ia disimpan di hapeanda. Kalau perlu, simpan kartu khusus nomor-nomor darurat itu di dompet atau tas anda. Khususnya anak-anak yang masih kecil, pastikan mereka tahu nomor-nomor telfon tersebut.


Sumber : Buku Semua Yang Harus Anda Ketahui Tentang P3K